CERPEN SEDIH : TANPAMU
Karya : Dewa Ayu Putu Lupita Geovani
“Heeey,
ngapain kamu melamun disini? Lagi ngeliatin apa sih?”
Panggil
Rina temanku yang sedang melihatku melamun sambil melihat orang aku sukai.
Oh iya, namaku Gita, aku sekolah
disalah satu SMK yang mungkin menurut beberapa orang sekolahku itu unggulan.
Disekolah itu terdapat seorang laki-laki namanya Angga, yang menurutku tidak
tampan dan penampilannya biasa saja. Tapi itu memang seleraku, aku menyukai
cowok yang manis.
Hingga suatu ketika aku naik kelas
dan masuk kelas yang baru. Ternyata “astaga! Aku sekelas dengannya”. “Cieeeee
sekelas sama Angga, cowo yang selama ini kamu suka diam-diam tuh” Celetuk Rina
temanku, “ssssssstttttt… diam! Nanti orangnya tahu, aku malu!!” Sahutku dengan
nada perlahan.
“taaa, ayo cepat kita ganti baju
olahraga” Panggil Rina. “Iyaaa, tunggu sebentar, aku ambil bajuku dulu” Aku pun
bergegas menuju kamar mandi dengan Rina untuk mengganti baju olahraga.
Pada saat jam olahraga itu aku
melihatnya bermain basket, “ya tuhan, makin manis saja dia kalau sedang bermain
basket seperti ini” Ucapku dalam hati, yang hanya bisa mengaguminya dari
kejauhan.
“Wooy ngeliatin aja kamu bisanya,
samperin dong, ungkapin kalau kamu tuh suka sama dia, dari pada kamu diam-diam
kaya gini terus” celetuk Rina. “Tapi rin, mana mungkin? Aku kan cewe, masa iya
aku lagi ungkapin perasaanku ke cowo? Malu kali rin” Jawabku dengan pikiran
yang mustahil. “Heh git, sekarang itu udah gak jaman kali cowo ungkapin
perasaannya duluan ke cewe” Rina semakin menegaskan aku. “Ah masa sih rin?”
Jawabku masih tidak percaya, “baiklah kalau begitu aku coba deh ya” Aku mencoba
memberanikan diri.
“Malam ga,
ini aku gita. Besok kan hari minggu, rencananya aku mau mengajak kamu makan
siang di café XX, kamu ada acara gak besok? Kalau ada, yaaa gak apa-apa, lain
kali aja kita jalannya. Maaf kalau mengganggu kamu sebelumnya”
Begitulah
bunyi sms yang aku kirim pada Angga
“Dia mau gak ya” “Dia ada acara gak
ya besok” Ucapku dalam hati dengan perasaan gak menentu, dan pikiran yang
kemana-mana. “Triiiiinnnng……” Tiba-tiba handphoneku berbunyi, ada pesan yang
masuk.
“Maaf git,
aku besok ada acara mau ngantar mama aku ke rumah saudaranya. Mungkin lain kali
kita bisa jalan, lagian tumben banget kamu ngajak aku jalan ada apa?”
Balasan
pesanku dari Angga
“Tuh kan, aku bilang juga apa dia
gak bisa kan” “Aduh mesti jawab apa lagi nih aku” Pikirku yang mulai semakin
gak menentu.
“Iya gak
apa-apa ga, kan bisa lain kali hehehehe.. Gak ada apa-apa kok, aku cuma mau
ngajak kamu makan siang aja biar kita bisa makin akrab sebagai teman satu
kelas, lagian kamu di sekolah jadi orang pendiam banget sih hehehe”
Balasku
lagi yang mencoba membuka obrolan dengan sedikit gugup sebenarnya.
“Ah masa
sih aku pendiam? Bisa aja kamu git. Ya udah lain kali kita jalan bareng ya”
Jawab
Angga
“Yes! Berarti dia mau jalan
denganku, lalalalalala” Teriakku dengan gembira
Hingga hari senin pada saat jam
istirahat. “Triiiinngg…” Handphoneku berbunyi. “Git handphone kamu ada sms tuh”
Panggil Rina. Aku buru-buru mengambilnya dari kantong dan melihat ada pesan
dari siapa.
“Pulang
sekolah aku tunggu didepan gerbang sekolah, kita makan siang bareng”
Begitulah
bunyi pesan yang aku terima
“Angga!! Ini sms dari Angga rin, dia
ngajak aku makan siang bareng pulang sekolah!” Kataku kepada Rina dengan
perasaan senang. “Hah?! Serius kamu git? Waaahh kemajuan pesat kamu, lanjutin
git” Tanya Rina dengan masih gak percaya.
Jam pulang sekolah pun tiba, dengan
perasaan gugup aku pun berjalan menuju gerbang sekolah, disana sudah ada Angga
yang sedang menungguku. Aku pun menyapanya “Hai ga, jadi kita makan siangnya?”,
“Ya jadi lah git, masa gak jadi, ayo ikut aku” Kata Angga.
Dengan menaiki motor miliknya aku
pun bertanya “Kita mau makan dimana ga?”, “udah ikut aku aja” Sahut Angga.
Ternyata aku dibawa kerumahnya, “ini kan rumah kamu ga, ngapain kita disini?”.
“Ya kita makannya dirumah aku, kebetulan orangtua aku lagi pada sibuk, jadi aku
gak ada teman deh. Ya udah ayo masuk!” Ajak Angga kepadaku.
Pada saat selesai makan di ruang
tamu tiba-tiba Angga mendekatiku. “Git aku mau bicara sama kamu” Kata Angga
dengan nada gugup kepadaku.
“Ngomong apa ya ga? Bilang aja
hehehe” Sahutku sambil mencairkan suasananya yang agak tegang.
“Aku… sebenarnya aku, mmmmmm…. Aku
sebenarnya, suka sama kamu” Angga mengungkapan perasaanya kepadaku.
“Apa ga? Kamu…. Kamu suka sama aku?”
Jawabku dengan tidak percaya pada apa yang telah dikatakannya tadi.
“Iya git, sebenarnya aku udah lama
suka sama kamu, dan aku juga tahu kalau sebenarnya kamu juga suka sama aku,
tapi aku masih gak berani ngomong ini sama kamu git” Perkataan Angga semakin
bikin hatiku berdegub kencang.
“Tapi sekarang aku mesti bilang ini
sama kamu, karena aku gak bisa memendam perasaan aku terus terusan git, hati
aku juga pasti gak tenang. Besok aku akan pindah ke Jambi, ikut orangtua aku
yang dipindah tugaskan ke sana” Kata Angga dengan perasaan sedih.
“Apa?!! Kamu mau pindah ga? Tapi
kenapa secepat ini, baru aja kamu ungkapin perasaan kamu ke aku, tapi besok
kamu udah mau pergi aja. Gimana perasaan aku ga?” Jawabku yang penuh tanda
tanya dan perasaan yang sedih.
“Aku ngerti perasaan kamu git, tapi
aku mau gimana lagi. Maafin aku git” Hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.
Aku pun dengan perasaan sedih
langsung bergegas pulang. Kecewa, sedih, menyesal hanya itu yang dapat aku
rasakan sekarang.
Hari ini pun tiba. Hari dimana Angga
dan keluarganya akan pergi ke Jambi. “Triiiiinngg….” Ada pesan sampai di
handphoneku.
“Git,
baik-baik ya disini. Kamu jangan sedih lagi. Cari cowo yang lebih baik dari
aku, kamu pasti bisa. Aku pamit ya git”
Pesan
terakhir dari Angga
Aku hanya bisa meratapi pesan itu,
karena aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghalanginya pergi. Benar apa
kata Angga, aku pasti bisa melanjutkan hidupku disini tanpanya, tanpa dia yang
selama ini ada di hatiku.
Ini Cuma Sekedar Cerpen yha…
Maaf kalo Jelek+Ga suka,,
Jangan Lupa di Komentar :)
keren kok cerpenya....!!!
BalasHapusduh makasi :D
Hapus